Jumat, 05 April 2013

Belajar Menghemat Pemakaian Air



Untuk negara yang memiliki cukup banyak air bersih dan tak harus membeli air dari negara tetangga, tak serta merta bisa membuat masyarakatnya berboros-boros menggunakan air.

Terlebih lagi, tak sedikit dari masyarakat kita yang secara “sadar” mengotori sumber air bersih atau sungai dengan sampah-sampah rumah tangga dan industri yang kian memperburuk kualitas air.

Untuk itu, sudah saatnya bagi kita untuk belajar menggunakan air secara tepat, hemat, dan cerdas. Selain baik untuk lingkungan, hal ini juga penting untuk kelangsungan anak cucu kita di masa mendatang.
Kurangi pemborosan air

Belajar menghemat air bisa dimulai dari rumah tangga. Sebagai gambaran, kamar mandi di rumah umumnya menggunakan 60-70 persen, kebutuhan dapur 15 persen, dan sisanya untuk keperluan lain seperti mencuci baju dan menyiram kebun. Dari seluruh air yang ada di bumi, 97 persen merupakan air laut. Dan dari 3 persen air tawar yang tersisa, hanya 1 persen saja yang tersedia untuk digunakan seluruh manusia. Anda bisa membayangkan, dengan hanya 1 persen air bersih yang tersedia seberapa lama kita bisa memanfaatkannya. Terlebih lagi populasi manusia di dunia cenderung meningkat setiap tahunnya dan manusia takkan pernah bisa lepas dari air karena 70 persen tubuhnya mengandung air.

Berbeda bila dibandingkan dengan udara yang bebas, sumber air bersih yang bisa digunakan justru terbatas. Bahkan UNESCO sudah memprediksi bahwa di tahun 2020, dunia akan mengalami krisi air global. Bahkan bisa jadi, air akan menjadi komoditi seperti halnya minyak bumi. Itu sebabnya, kita semua sudah harus menghemat air demi kepentingan lingkungan dan anak cucu di masa mendatang.

Seperti yang dikutip dari sebuah majalah sains, Dr Robert M Delinom selaku ahli Hidrologi dari Lembaga Pengetahuan Indonesia mengungkapkan fakta bahwa setiap satu orang pedesaan menggunakan 50 liter air dan satu orang perkotaan menggunakan 140 liter air. Suatu jumlah yang cukup besar. Itu sebabnya, penghematan harus dilakukan dari lingkup yang paling kecil sekali pun.

Untuk rumah tangga misalnya, selain membuka keran hanya saat diperlukan dan tidak membiarkannya mengucur tanpa manfaat, perbaiki semua keran air yang bocor, karena tetesannya bisa menghasilkan 25 liter air setiap harinya. Dan akan mencapai 10.000 liter per tahun.

Biasakan pula anggota keluarga untuk mandi dengan pancuran karena jauh lebih hemat ketimbang mandi berendam di bathtub memakai sabun atau sampo. Untuk sikat gigi, biasakanlah menggunakan gelas untuk berkumur-kumur agar tidak terbuang percuma saat keran mengucur.

Saat mencuci pakaian, biasakan untuk memisahkan pakaian yang sangat kotor dengan pakaian yang tidak terlalu kotor karena pembilasan pakaian yang sangat kotor cenderung menggunakan air yang lebih banyak. Tampung juga air dalam wadah saat mencuci buah atau sayuran, agar sisa airnya masih bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau kloset jongkok. Dan siram air hanya pada waktu pagi atau malam hari untuk mengurangi evaporasi dari air tersebut.

Jika rumah anda menggunakan kloset duduk, ada baiknya jika anda mengguakan kloset dengan sistem dual flush karena dari berbagai survei yang telah dilakukan, kloset jenis ini mampu mengurangi pemakaian air hingga 70 persen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar